Tips bagaimana traveling ala backpacker dapat survive di China (Tiongkok).

undefined China, adalah sebuah negara yang terletak dibenua Asia dan dilihat dari jumlah populasi masyarakat atau jumlah penduduknya merupakan yang terbesar di Dunia. Produksi dalam negeri yang sangat tinggi dan hampir seluruh perusahaan manufaktur dunia mempunyai pabrik di China, salah satu alasannya karena cost production of product di China jauh lebih murah. Dan uniknya sampai barang terkecil sampai barang besar pun di China diproduksi lihat saja contohnya seperti: jarum, jika dilihat adalah made in china, hampir seluruh mainan anak-anak. Namun, bukan hanya di sektor produksi rumah tangga, merekapun sudah beralih ke teknologi, sebut saja seperti brand handphone yang semakin hari semakin kuat di pasar seperti Huawei (yang di tahun 2018 dan 2019 menggeser posisi Apple dari sisi penjualan produknya, market share segmen handphone dunia). Kita tidak membahas hegemoni perang dagang antara Huawei dengan Amerikas Serikat. Belum lagi ditambah OPPO, Xiaomi, VIVO dan brand-brand lainnya. Di pasar drone pun China dengan DJI nya menjadi pemimpin di pasar drone dunia. Siapa sih yang ngga tau brand DJI?. Namun, untuk saat ini kita tidak akan bercerita mengenai posisi China dalam Dunia. Well, how to make some fun travel in China?..

Yah, perjalanan ke China sih sebenernya tidak terlalu saya rencanakan di tahun 2019, namun godaan tiket murah terkadang menggoda untuk mencoba menjelajahi china dan akhirnya suskes, sukses kesasar. haha.. Alhamdulillah saya dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk dapat travelling ala backpacker ke China bisa disimak sebagai berikut:

  1. Persiapan sebelum berangkat. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan salah satu diantaranya VISA, China mengharuskan VISA kepada pemegang passport Indonesia. Visa kunjungan China terbagi menjadi dua single entry dan double entry. Untuk yang baru pertama kali ke China cuma bisa apply untuk single entry, untuk yang telah beberapa kali pernah datang ke China bisa mengajukan Visa double entry. Karena ini perjalanan pertama saya ke China jadi cuma dapat single entry, tapi emang apply nya untuk single entry sih, sadar diri aja sih. Hahaa. Pengurusannya sangat mudah, karena saya berdomisili di Palembang dimana tidak ada perwakilan embassy China disini saya putuskan untuk membuat Visa China meggunakan jasa Tour & Travel, Dwidaya Tour perwakilannya juga banyak di Indonesia. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke kantor Dwidaya Tour karena ada beberapa syarat-syarat dan dokumen yang perlu diisi. Salah satunya yang perlu diisi adalah form pengajuan visa yang diisi online di Visa China kemudian di print out dan ditandatangani oleh applicant atau pemohon. Setelah dokumen dinyatakan lengkap oleh pihak Dwidaya, kita tinggal membayar Rp.700.000 untuk pengajuan Visa Single Entry dan mesti menunggu 7 (tujuh) hari kerja. Dan akhirnya sebelum batas waktu yang dijanjikan saya sudah dihubungi bahwa Visa telah selesai. Eh iya, passport juga harus masih aktif minimal 6 (enam) bulan sebelum expired ya. Print Out dari semua akomodasi yang telah dipesan itu perlu loh, print lah dua versi, versi english dan versi china. Untuk berjaga-jaga jikalau nanti kesasar atau hilang arah jika bertanya kita mesti menggunakan versi yang China. Handuk dan perlengkapan mandi wajib bagi seorang backpacker. Travel charger converter juga perlu dipersiapkan karena berbeda negara biasanya berbeda tipe colokan listrik, bisa dibeli di Ace Hardware. Power Bank, namun saran saya bawalah power bank dengan kapasitas maksimal 10.000 Mah, jangan lebih untuk berjaga-jaga jika kapasitasnya terlalu besar tidak diperbolehkan di penerbangan internasional. Baju dan outfit untuk selama traveling di China. Jacket perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi perbedaan suhu karena di beberapa tempat di China juga lumayan dingin. Dan terakhir, bank note atau RMB atau Yuan atau CNY mesti dipersiapkan sebelum keberangkatan karena jika kita menukar di bandara akan kena rate yang tinggi. Bawalah secukupnya dan nanti jika perlu dapat mengambil melalui mesin ATM di China. Perlu dicatat tidak semua ATM di China ada jaringan VISA, karena sama seperti di Jepang dengan JCB-nya, China juga mempunyai jaringan tersendiri yaitu Union Pay. Wajib bagi traveller mengantongi ATM. Hahhaa
  2. Akomodasi, sebelum kita berangkat pastikan semua akomodasi telah dipesan. Akomodasi ini menyangkut transportasi dan penginapan selama di China. Untuk penginapan rekoendasi dari saya sih dipesan dulu melalui aplikasi atau web pemesan online hotel seperti Booking.com disitu kita juga dapat memesan tanpa harus membayar terlebih dahulu atau bayar ketika sampai di tempat penginapan atau hotel. Untuk transportasi ini penting dipersiapkan dari sebelum keberangkatan karena khusus di China, jarak antara satu provinsi itu rata-rata sangat jauh dan mesti menggunakan train, rekomendasi saya sih menggunakan fast train dan mesti dipesan online sebelum keberangkatan bisa melalui China Tour jika kita tidak memesan sebelum keberangkatan akan susah dipesan jika kita memesan di ticket office, kendala bahasa akan jadi masalah. Hasil pembelian tiket secara online kemudia di print out, sesampainya di salah satu Train Station tukarlah dengan tiket semua tiket yang telah dipesan sehingga jika akan berpindah-pindah provinsi tidak perlu menukar tiket lagi. Penukarannya harus menggunakan identitas, pastinya passport kita. Saya pernah sekali menggunakan pesawat untuk berpindah dari Guilin ke Xian, karena jaraknya yang jauh sekali jika ditempuh dengan jalur darat. Dan satu lagi, jika ingin berhemat penginapan dapat juga menggunakan Train biasa dimana ada pilihan Soft Sleeper dan hard Sleeper. Wah itu rekomendasi banget, nyaman banget dan pastinya hemat penginapan semalam. Namun kecepatan trainnya tidak secepat fast train tapi kita disini bisa beristirahat total karena kita bisa tidur selonjoran. Akomodasi dalam kota itu bisa dibeli pada kota-kota tersebut, semisal naik metro (MRT) maupun bus, khusus untuk bus tarifnya biasanya 2 RMB, untuk MRT tergantung distance yang ditempuh. Bagi yang pertama kali pasti bingung cara memesan tiket MRT di China, yupp di postingan selanjutnya akan saya kasih kiat-kiat memesan tiket melalui mesin ticket Metro.
  3. Bahasa, hampir seluruh penduduk lokal yang kami temui tidak dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Namun ada beberapa yang bisa kok, kayak di hotel. Disini perlu menggunakan aplikasi penerjemah jika ingin bertanya kepada mereka namun ya kadang penerjemah juga kesulitan mengartikan bahasa mereka. Jika menggunakan aplikasi penerjemah agagl keluarkan jurus andalan, jurus bahwa isyarat, hahahaha. Terkadang heboh sendiri jika sudah menggunakan bahasa isyarat karena akan menggunakan gestur-gestur atau gerak tubuh dan kadang juga lama berhasilnya. Aplikasi penerjemah perlu sih setidaknya bisa sangat membantu, lucunya kita akan bergantian ngomong sendiri dengan handphone dan mereka juga akan melakukan hal yang sama. Orang-orang lokal juga ramah dan mau membantu kok jika kita bertanya sesuatu.
  4. Makanan, sepintas makanan di China rata-rata kurang selidah dengan kita karena banyak makanan yang rasanya kayak hambar dan kurang bumbu dan cabe. Makanan di Indonesia identik banget dengan rempah-rempah dan rasa pedas yang tidak mungkin ditemukan di China. Tapi bisa diakalin kok, bawa bekal aja dari indonesia Bon Cabe, itu makanan jadi enak banget loh. Hahahaa. Mau makan apa aja taburin aja bon cabe kemakan pokoknya. Kemudian, timbul pertanyaan? saya seorang muslim bagaimana makan disana?.. Yapp, muslim ngga per khawatir, di beberapa tempat yang saya lewati banyak makanan yang berlabel halal. Terlebih di Xian, dimana ada muslim street dimana banyak pilihan makanan selain tempat tersebut menjadi tujuan wisatawan. Di Yangshuo saya tidak menemukan makanan label halal, namun saya makan di restoran vegetarian food, no meat, jadi aman. Saran saya jangan makan-makan yang dijual tanpa label halal karena disana kan kita tidak tahu apakah menggunakan minyak babi atau nggak. Tapi masalah makanan sebagai seorang muslim saya banyak menemukan tempat makan halal kok, bisa juga tinggal search melalui google.
  5. Toilet, yah toilet ini point minus travelling ke China, karena toilet di China rata-rata tidak ada water spray, namun di hotel rata-rata menyediakan kok. yah perlu dituntaskan terlebih dahulu sebelum bepergian. Di toilet hanya tersedia tisu biasanya. Untuk berjaga-jaga perlu membawa tisu basah jika ingin ke toilet.
  6. Koneksi Internet, koneksi internet ini sangat penting pada saat travelling di luar negeri selain untuk alasan kekinian, upload foto ke social media. Tapi fungsinya lebih dari itu, untuk bepergian menuju suatu tempat kita perlu menggunakan map untuk melihat seberapa jauh jarak destinasi tersebut dan alternatif apa saja yang bisa digunakan. Aplikasi google maps disini sangat membantu, karena bisa melihat posisi kita dan jika naik MRT maupun bus gmap memberikan rekomendasi. Tapi di China sangat ketat terkait pembatasan internet, Google.com, Google Map, Instagram, Facebook dan Whatsapp diblokir di wilayah China sehingga perlu menggunakan Virtual Private Network atau VPN. Saran saya sih aplikasi ini sudah di download sejak di Indonesia atau sebelum berangkat. Pilihan koneksi internet sih beragam tapi saya merekomendasikan menggunakan XL Pass, sebuah produk dari provider XL untuk menggunakan paket dalam negeri agar bisa dipakai di luar negeri. Coverage arenaya sangat bagus, di seluruh provinsi yang saya kunjungi tersedia jaringannya dan speednya cepat. Rp.200.000 untuk 7 hari dan paket ini bisa diaktifkan di dalam negeri (sebelum keberangkatan) maupun pada saat di luar negeri. Saya sangat puas menggunakan layanan ini. Di China saya juga membeli kartu internet provider lokal (China Mobile) prosedurnya cukup ribet sampai difoto juga dan koneksi tidak terlalu bagus. Lebih prefer menggunakan XL Pass.
West Street di Yangshuo, Guilin
Yangshuo
Terracota Army, Xian
Yolung River, Yangshuo
Guangzhou West Railway Station
Wuhan
HuaQiangBei Lu, Shenzen