Itinerary Two Days Trip (Malaysia – Singapore) Part 2

Singapore!!! I’m Coming.

Setelah perjalanan malam yang panjang dari Kuala Lumpur, berangkat pukul 23..30 dan sampai di singapore pukul 4.30 atau 4,5 jam perjalanan. Namun ada sedikit cerita pengalaman ketika pertama kali masuk imigrasi Singapore, saya sempat di”amankan” ke kantor imigrasi di cross border atau perbatasan. Cukup lama sih disuruh untuk menunggu sebelum akhirnya dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Petugas imigrasipun sampai harus meminjam handphone milik saya dan meminta izin untuk melihat gallery foto. Sebenernya saya kurang berkenanan dengan hal tersebut, namun posisi saya kurang menguntungkan untuk melarang pada saat itu. Pertanyaan yang ditanyakan cukup standar sih mengenai dari mana dan apa tujuan ke Singapore, ke mana saja di Singapore, menginap dimana di Singapore, berapa hari stay di Singapore, dll. Namun hal tersebut berlangsung cukup lama. setelah sekitar lebih dari sentengah jam, petugas tersebut akhirnya memperbolehkan saya untuk memasuki Singapore. Perasaanpun menjadi lega.

Sayapun langsung menuju Bus Malam yang kami tumpangi, dan benar saja penumpang yang paling ditunggu saya itu adalah saya sendiri. Hahhahaa. Dengan perasaan tidak enak sayapun menuju ke kursi saya yang tepat berada di barisan kedua dari belakang. Tentunya saya merasa menjadi pusat perhatian pada saat itu. Setelah lama Bus pun berangkat.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit kamipun sampai di Plaza, tempat dimana kami harus turun. Karena hari masih gelap, kamipun memutuskan untuk mencari persinggahan, dan masjid adalah tujuan kami selanjutnya. Mesjid yang kami tuju adalah Mesjid Sultan, yaitu salah satu mesjid yang terkenal di Singapore. Kamipun membuka google maps, oh ya selama di Malaysia dan Singapore saya memanfaatkan fasilitas internet dari provider XL. Provider XL manawarkan paket yang menarik untuk di luar negeri yaitu XL Pass. Jadi, kita hanya perlu melakukan registrasi, kemudian paket internet yang di dalam negeri dapat dinimati di luar negeri.

XL Pass

Dengan coverage negara yang banyak sekitar 53 negara di dunia. informasi lebih lanjut dapat dilihat di sini

Pada saat sampai di Mesjid Sultan, masih menunggu waktu Subuh. Sehingga masih ada waktu untuk persiapan dahulu. Dan ketika pertama kali saya melihat toilet masjid, toilet mesjid bersih dan nyaman, dan saya melihat ada shower, sehingga saya putuskan untuk mandi terlebih dahulu dan berganti baju. Badanpun kembali segar.

IMG_4003
Mesjid Sultan di sekitar Arabt Street

Setelah sholat, sambil menunggu kedua teman dan matahari terbit sayapun duduk di samping Mesjid. Kebetulan disamping Mesjid terdapat tempat duduk untuk bersantai. Disana saya menjumpai para pelancong juga yang berasal dari Indonesia. Dan saya bertemu dengan seorang lelaki pelancong dari Indonesia, dari Riau. Dan benar, dia juga mendapat pengalaman yang sama ketika masuk Singapore, ditahan di kantor imigrasi beberapa saat. Dan naasnya dia ditinggal oleh Bus yang membawanya, namun dia bisa sampai Singapore karena menumpang Bus yang sama (satu perusahaan dengan Bus sebelumnya) ke Singapore. Setelah berbagi pengalaman, dia mengatakan bahwa itu merupakan hal yang lumrah bagi turis laki-laki yang pertama datang ke Singapore baik mellaui jalan darat, laut maupun udara akan ditahan beberapa saat dan dimintai keterangan.

Tak lama setelah itu teman-teman kamipun datang, kebetulan dia juga bersama kedua teman yang kesemuanya adalah wanita sama seperti saya. Kamipun berpisah disana dana mulai menuju tujuan masing-masing.

Tujuan kami pagi itu adalah mencari pengganjal perut, karena ini adalah Singapore. Jika seorang muslim mesti memerhatikan label halal di restoran. Tepat di seberang Mesjid Sultan, di Arab Street ada sederet penjual makanan halal, (makanan halal banyak ditemui disekitaran Mesjid Sultan). Kamipun memutuskan untuk mencoba makanan india, disini tersedia aneka makanan india seperti martabak. Namun saya begitu terkejut melihat harganya, sepertinya di Singapore biaya hidup memang sangat mahal. Untuk satu martabak yang saya nikmati pagi itu seharga SGD 9 atau sekitar 90 ribu rupiah satu porsi. Singapore Dollar kurs sekitar 10 ribuan rupiah per 1 SGD. Sama seperti di Malaysia, sayapun tidak membawa mata uang lokal (Singapore), hari itu saya bergantung dengan kedua teman saya sampai bisa menemukan ATM.

Setelah urusan perut selesai, kamipun berjalan sedikit dari Mesjid Sultan dan hanya beberapa blok sudah menemukan sebuah kawasan yang ikonik di Singapore. Di spot ini sering pelancong atau wisatawan memanfaatkannya untuk berswafoto (selfie), foto landscape maupun backgroud foto. Yah, nama kawasan ini adalah Haji Lane, disini banyak sekali spot untuk berfoto karena bangunan yang unik, iconik dan pastinya instagramable dan akan memukau jika di posting di social media.

Hampir seluruh kawasan tersebut terdapat mural atau lukisan dinding yang membuat cukup iconik. Foto tersebut dicapture ketika masih dalam keadaan pagi, cahaya masih kurang sehingga kurang maksimal.

Setelah dari Haji Lane, tujuan kami selanjutnya adalah station MRT terdekat, karena wajib mencoba jika bepergian ke negara maju untuk mencicipi transportasi publik. Ada salah satu station yang berada dekat dengan kawasan Haji Lane, bisa stop di Bugis Station di Bugis Street. Banyak informasi yang harus bisa didapatkan di station, setidaknya map transportasi harus di dapat, sistem MRT, dan Tiket pastinya. Mengenai tiket bisa membeli dengan single trip atau one day/two day/three day pass. Hal tersebut tergantung kebutuhan dari masing-masing traveller. Jika tidak ingin ribet membeli tiket setiap akan naik MRT, lebih cocok menggunakan pass card. Dan pass card dapat direfund sekitar 30% di hari terakhir berlakunya pass card.

2017-singapore-mrt-map-high-resolution

Penampakan tourist pass dan ticket

Singapore-Tourist-Pass
Photo Credit : thesingaporetouristpass

 

Standard-Ticket
Photo Credit : Transitlink

Yosh…

Merlion Park

Belum lengkap rasanya jikalau pergi ke Singapore tidak mengunjungi sebuah icon Singapore, apalagi kalau bukan Merlion. Kondisinya disini sangat dipadati oleh pengunjung untuk berfoto dan juga terlihat beberapa anak sekolah memakai seragam di sekitaran Merlion Park. Siapa yang tidak tahu Merlion?

Pada saat itu kebetulan cuaca sedang teriknya sehingga saya lebih sering duduk untuk berteduh.

Art Science Museum

Spot ini mungkin masih tergolong baru, namun menyuguhkan sesuatu yang unik dan menarik. Beberapa teknologi di dalamnya akan menimbulkan decak kagum bagi pengunjung. Aksesnya sendiri cukup jauh dari Merlion Park, kami memilih transportasi grab car. Biaya cukup mahal, sekitar SGD 12. Pilihan menggunakan grab karena Station yang dekat dengan Art Science Museum kami saat itu tidak mengetahuinya. Untuk Artsience Museum saya telah membuat sebuah video di postingan sebelumnya, jika ingin melihat klik disini.

Beberapa foto yang sempat saya abadikan dengan lensa dari luar museum.

Penampakan di dalam Museum

 

Sebenernya masih cukup banyak wahana atau arena yang menarik di dalam ArtScience Museum. Dengan segala keunikan di dalamnya saya sih rekomendasi tempat ini untuk dikunjungi. Admission ticket pun tidak terlalu mahal, sekitar 200 ribu per orang untuk dewasa.

Orchard Road

Setelah puas mengelilingi ArtScience Museum, ambil map tentukan tujuan selanjutnya. Yeah, Orchard Road adalah ide saya siang itu dan disetujui oleh kedua orang teman yang saya guide. Cari Station terdekat dari Artscience, yeah its Downtown Station. and go for walk about 15 minutes from Artscience Stadium.

Sesampainya di Orchard Station berhenti disana dan kemudian keluar dan akan disajikan pemandangan sebuah street atau road yang bersih dan di sekitarnya berdiri Mall-mall yang megah yang dipenuhi toko fashion branded diantaranya ZARA, LV, Ion Orchard Mall, sampai Apple Store yang iconik yang berada di ujung road. Ada beberapa hal yang menarik disini,

  1. ada sebuah vending machine yang menyediakan fresh juice dan yang  unik, kita dapat melihat dengan jelas proses pembelahan jeruk, pemerasan sampai dengan packaging. Patut untuk dicoba, dengan harga sekitar SGD 5.
  2. ada es krim yang sangat terkenal di orchard road, dimana pembelinya sampai mengantri. saat itu saya tidak mencobanya karena saya yang tidak tahan untuk mengantri. patut dicoba.

Sayangnya, di Orchard Road saya tidak mengabadikan satupun foto karena battery kamera yang sudah low.

Haji Maemunah Restaurant

Setelah cukup lelah berkeliling, perutpun mesti diisi sekaligus mencari tempat untuk shalat Zuhur. Pastinya kembali ke Arab Street, dan mencari makan di daerah sana. Pilihan jatuh ke Haji Maemunah Restaurant, turun di Bugis Station dan berjalan sekitar 300 m maka akan sampai. Namun jangan terkejut karena disini sangat ramai dan kita harus mengantri untuk mendapat pesanan yang diinginkan. Model restaurat ini seperti kantin atau puja sera, pengunjung akan memesan sendiri pesanan yang akan dimakan dan langsung dihitung. kemudian, pengunjung membawa sendiri makanan tersebut. Masakan di restaurant ini menyesuaikan lidah indonesia yang penyuka pedas dan bumbu khas rempah-rempah. Harga makanan di Singapore tergolong mahal, sangat berbeda dengan di Indonesia yang masih cukup bersahabat dengan kantong. Lama tinggal di Singapore mungkin bisa-bisa terkena kanker (kantong kering). Hahhahaaa.

Energi telah terkumpul, saatnya Shalat Zuhur di Mesjid Sultan yang letaknya tidak jauh dari restaurant tersebut. Sayapun berpisah dengan kedua teman saya, mereka langsung menuju ke hotel yang letaknya tidak jauh dari restaurant tersebut. Saya menunaikan shalat zuhur setelahnya.

Mencari Penginapan

Tantangan selanjutnya saat itu mencari penginapan, dan kebetulannya iphone saya saat itu sedang error, selalu restart dan tidak bisa tracking dengan google map. Rasanya seperti de javu, berasa saat travelling ke Jepang tanpa petunjuk arah. Arah yang dituju adalah Footprints Hostel Singapore yang sebelumnya saya pesan melalui booking.com. Tapi entah setelah beberapa saat sayapun kesasar entah kemana dan beruntung setelah sekitar 1 jam lebih kesasar sayapun sampai di Hostel. Ternyata ada 3 Station yang dekat dengan Hostel tersebut, Rochor Station, Little India dan Jalan Besar. Setelah saya coba, ternyata rochor merupakan station terdekat.

Penginapan yang saya pilih di Singapore adalah Hostel dengan Dormitory Room, satu kamar dengan 5 ranjang bertingkat, atau 10 orang. Ketika sampai di Lobby Hostel akan dijelaskan aturan mengenai Hostel tersebut. Guest atau tamu akan dikenakan deposit sebesar tarif 1 malam, tarif satu malam adalah SGD 19. Saya sangat rekomendasi mengenai hostel ini karena tempatnya bersih dan mempunyai banyak kamar mandi. Reccomended untuk traveller yang low budget.

Setelah petugas memberikan aturan-aturan mengenai penginapan, sayapun diberi sprei dan sarung bantal dan bed tag yang ada nama saya. Jadi di penginapan itu kita akan diberikan sprei dan bantal kemudian memasang sendiri sprei dan bantal tersebut kemudian menggantungkan bed tag sebagai penanda masing- masing bed tamu. Sungguh Mandiri…..

Flower Dome and Garden Bay The Bay

Sesuai dengan janji yang telah disepakati oleh kami, bahwa habis ashar akan bertemu kembali di Bayfront Station. Karena kelelahan sayapun sedikit terlelap dan hampir kebablasan, saya sempat shalat Ashar di mesjid dekat Little India. Nuansa mesjidnya seperti di India dan jemaah yang ada juga kebanyakan seperti orang dari India. Jam 5 lah saya sampai di Bayfront dan bertemu di depan pintu masuk Garden Bay The Bay. Di kawasan ini, ada dua ticket berbeda, satu untuk masuk Flower Dome dan satu Garden Bay The Bay. Dan Flower Dome tiket kami beli pada saat di Indonesia dan sedangkan tiket Garden Bay The Bay kami beli on the spot.

Flower Dome

Sangattt menarik, bukan?? tidak terhitung berbagai flora dari seluruh dunia tumbuh disini. Sungguh suasana yang menyejukkan. Disini juga ada waterfall yang jatuh dari ketinggian dan suaranya menenangkan. Namun, untuk naik ke air terjun tersebut mesti mengantri panjang. Areanya yang sangat luas sehingga rasanya tidak mungkin untuk mengitarinya keseluruhannya. Overall, for traveller that want to visit singapore, i am very reccomended for you to visit this garden.

Garden By The Bay

Selanjutnya bergeser ke spot “tetangga” satu komplek Flower Dome, yaitu Garden Bay The Bay. Setelah menuju pintu exit, kita akan disuguhkan sebuah view landscape yang sangat menarik, Singapore Skyline View. Kebetulan pada saat itu menjelang sunset, sehingga pemandangan begitu mempesona. Jadi harus mengatur moment atau waktu tepat untuk datang kesini.

DSCF6412
Singapore Skyline : View from Garden Bay the Bay

Foto diatas hasil jepretan saya sendiri menggunakan kamera mirrorless Fujifilm XT-20 dengan lensa kit XF 18-55 mm. Sangat flexible karena body nya yang kecil dan ringan.

Singkat cerita kamipun masuk ke Garden Bay the Bay, sebelumnya kami cukup lama mencari ticket box, dan saya lupa berapa harga yang harus kami bayar untuk masuk ke Garden Bay the Bay. Pemandangan yang tak kalah cantiknya yang kami dapat di dalam sana.

Eksotis bukan???? Foto diambil pada saat kami mengantri untuk naik ke tower tersebut. Lagi-lagi kami harus mengantri. Hahahaha. Setelah lama mengantri kamipun dapat giliran naik ke tower. Jika yang takut ketinggian, kayaknya perlu berpikir ulang untuk naik karena tail gate antar tower akan cukup bergoyang jika ada orang yang berjalan cepat. Namun hal itu terbayarkan dengan view yang begitu mengagumkan.

Beberapa foto berikut yang berhasil saya capture ketika hari semakin larut.

Full of light and colourfull.

Haripun semakin gelap, kamipun sadar belum menunaikan shalat Magrib, kami mesti bergegas. Setelah shalat Magrib dan Isya di Mesjid Sultan, kamipun menuju penginapan masing-masing.

Disini saya dapat pengalaman baru, bagaimana “sekamar” dengan cewek-cewek bule di Hostel. Kisahnya akan saya ceritakan dalam episode selanjutnya.

Ngebolang di Singaporepun selesai hari itu.

See u next, Singapore ……

IMG_4027
Gedung Marina Bay Sand, view dari depan ArtScience Museum

 

************************************************************************************