Itinerary Perjalanan 9 Hari di Jepang (Tokyo-Kyoto-Yokohama -Osaka)

Sebelum kita berpergian ke suatu tempat untuk traveling atau liburan penting untuk membuat suatu rencana perjalanan atau itinerary, biasanya kita sebut “itin”, “duh minta itinnya dong!!!” ujar salah satu teman kantor ketika hari pertama masuk ke kantor. perencanaan yang bagus sangat mempengaruhi tingkat keefektifan dan keefisiean perjalanan (mohon maaf ya menggunakan bahasa seorang auditor, Hahahaaa). terinfluence dari pekerjaan di kantor.

IMG_1919
Suasana di Dotonburi, Glico Man Sign, menjelang petang

Perlu juga perencanaan yang matang dalam hal penggunaan moda transportasi di Jepang, saran saya sih kalau di Tokyo menggunakan 72/48/24 hour ticket subway. Subway merupakan moda transportasi yang sangat populer di Tokyo, kemudahan akses ke tiap-tiap station menjadikan moda ini sangat rekomendasi untuk dipilih. Harga untuk ticket ini untuk 72 hour seharga 1.800 Yen, 48 hour seharga 1.200 Yen, 24 hour seharga 600 Yen. Menurut saya ini sangat wort it kok, kita bebas menggunakan TOEI Subway kemanapaun dalam jam yang telah ditentukan tersebut. Pembelian ticket ini disesuaikan dengan berapa hari bagi para traveller akan stay di Tokyo. Perlu diketahui transportasi menggunakan train di Jepang atau Tokyo khususnya.

Sistem angkutan cepat di Tokyo dikelola oleh:

    • Tokyo Metro – hasil penswastaan pada tahun 2004; sebelumnya bernama Otorita Angkutan Cepat Teito (帝都高速度交通営団 Teito Rapid Transit Authority, “Eidan” atau “TRTA”, didirikan pada tahun 1941). Tokyo Metro mengoperasikan 175 stasiun (per 14 Juni 2008) dan tarif minimum adalah 160 yen untuk satu kali perjalanan.
    • Biro Transportasi Metropolitan Tokyo (atau “Toei Metro”) – dimiliki oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo, perusahaan ini mengoperasikan 106 stasiun (per Oktober 2007) dan tarif minimum adalah 170 yen untuk satu kali perjalanan.

Berikut Peta/map Transportasi di Tokyo

tokyo_subway_1700

Warna-warna dalam peta tersebut mengindikasikan jalur kereta, dan ditempat warna yang berpotongan maka kita dapat transfer ke kereta lain sesuai dengan tujuan yang akan kita tuju. Simple kok.

Here the map public transportation in kyoto, more preferred and flexible use city bus.

kyoto-bus-map

Here the map public transportation in Osaka, MRT route more preferred.

Osaka-Subway-Map

Bagi yang ingin mencoba traveling ke Jepang, mungkin itenerary saya saat disana bisa dijadikan referensi. Saya pun saat itu bermodalkan kenekad an, hahaaaa. dan akhirnya saya tersesat, namun itu jadi pengalaman yang tak terlupakan dan pembelajaran mental, nyasar di negeri orang, jepang lagi, dimana tulisan alphabet susah ditemui, dan orang lokal yang kental dengan bahasa mereka sendiri dan tengah malam (02.00 Tokyo Time). mungkin di postingan saya selanjutnya akan saya ceritakan pengalaman “nyasar” saya di Jepang.

Jika bingung untuk membeli oleh-oleh khas dari suatu kota, mungkin bisa membeli tumbler Starbuck di masing-masing kota yang dikunjungi. Biasanya di setiap kota baik di Jepang maupun negara lain ada outlet-outlet Starbuck sambil mencicipi kopi di negara tersebut sekalian bisa membeli tumbler.

Semoga bermanfaat..

Just lets Travelling …..

No Day / Date Place or Destination Description
1 28-Apr-17
Day 1
Depart from KL to Tokyo (Haneda) KLIA to HANEDA
Arrive at Tokyo (Haneda International Airport) Arrive at 22.30 local time (Tokyo)
Stay Overnight At Airport
2 29-Apr-17
Day 2
Menuju Nakano, tempat yang dipilih untuk menginap selama berada di Tokyo Untuk menuju ke Nakano Menggunakan private train (kekyu line), kemudian change ke jalur subway di Shibuya Station, pilih Ginza Line (kereta berwarna oranye) naik sampai di Nihombashi Station, Change ke kereta subway Tozai Line (kereta berwarna biru) naik sampai ke Nakano (pemberhentian terakhir kereta Tozai Line). Opsi menginap sih banyak sebenarnya, jika ingin kemeriahan kota Tokyo maka bisa menginap di sekitar Shibuya, Shinjuku dan Ginza. Walaupun cost menginapnya lebih tinggi, namun itu pilihan disesuaikan dengan budget. Di daerah sekitaran Ueno juga banyak penginapan yang cukup murah juga, ada capsule hotel juga. Patut dicoba nih bagi yang belum pernah menginap di capsule hotel dan ingin merasakan sensasi tidur sendirian dalam sebuah capsule atau box. Serius, ini nyaman rasanya kok.
11.00 Tokyo Time
Trip hari pertama UENO Park Percayalah, pukul 11.00 waktu Tokyo masih sangat warm dan sejuk kok jika di musim semi. Jadi tetap sedia baju hangat di tas kalian. kita menuju tempat pertama ===>> Taman Ueno (上野公園 Ueno kōen?) adalah taman umum yang berada di kawasan Ueno, distrik Taito-ku, Tokyo, Jepang. Nama resminya adalah Taman Ueno Pemberian Kaisar (上野恩賜公園 Ueno onshi kōen?). Taman seluas sekitar 530 ribu meter persegi ini dikelola Dinas Pekerjaan Umum Tokyo. Akses: Dari Nakano naik Tozai Line ke Nihombashi Station (T10), kemudian change train ke Ginza Line, naik sampai Ueno Station (G16), turun di station tersebut kemudian berjalan kaki menyeberang, sampai terlihat Mall OIOI, belok kanan jalan beberapa meter terlihat sebuah taman yang terbentang hijau, namun dari spot tersebut harus menyeberang kembali. Kesan: Direkomendasikan pada saat musim semi (sakura) dan musim gugur karena taman ini sangat luas dengan banyak pepohonan. ada satu kuil yang berlokasi di depan, di jalanan tersebut tersedia jajanan jepang dari Takoyaki dll. Disini juga ada kebun binatang Ueno yang besar.
Asakusa, Sensoji Temple Kuil Sensoji ini merupakan kuil tertua di Tokyo yang sangat ramai dan juga salah satu wisata favorit di Tokyo baik untuk warga lokal maupun turis dari luar negeri. Namun dari pengamatan saya pribadi kebanyakan yang berkunjung adalah bukan dari warga Jepang sendiri melainkan turis luar negeri atau orang asing yang bekerja di Jepang. Mereka biasa nya datang bersama keluarga atau pun rombongan nya untuk sekedar berwisata ke Kuil Sensoji ini karena memang kuil ini lumayan terkenal di luar negeri. Sedangkan untuk warga Jepang kebanyakan datang untuk berdoa di kuil ini sambil jalan jalan juga tentu nya. Kesan: Bangunan kuil yang megah dan suasana kuil yang selalu ramai menjadi daya tarik tersendiri, dan disepanjang jalan menuju gerbang utama kuil banyak terdapat penjual jajanan, penjual souvenir serta tempat persewaan baju “yukata”, baju tradisional jepang.
Tokyo Skytree Tokyo Skytree (東京スカイツリー Tōkyō Sukai Tsurī?, Pohon Langit Tokyo), sebelumnya disebut New Tokyo Tower (新東京タワー?, Menara Tokyo Baru) adalah menara siaran, observasi, dan rumah makan di Sumida, Tokyo, Jepang. Menara ini telah menjadi struktur tertinggi di Jepang sejak tahun 2010,[2] dan mencapai ketinggian akhir 634 m pada bulan Maret 2011, sekaligus menjadikannya sebagai menara tertinggi di dunia, melampaui Menara Canton di Guangzhou,[3][4] dan merupakan struktur tertinggi nomor dua di dunia setelah Burj Khalifa (829,84 m).Kesan: mungkin ini salah satu tempat yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi. Akses: dari kuil Sensoji, kita mengarah ke sebelah toilet ada jalan, ikuti jalan sampai dengan bertemu dengan jalan cukup besar, kemudian menyeberang jalan tersebut, tetap jalan lurus ikuti arah tower (bangunan tokyo skytree) sampai dengan bertemu dengan Taman yang menghadap ke view Tokyo Skytree dengan bentangan sungai di sampingnya. cukup bagus untuk spot berfoto. kemudian berjalan kaki lagi menyeberangi jembatan, ada sebuah mini market setelah jembatan tersebut untuk sekedar membeli minuman, jalan beberapa blok sampailah di Tokyo Skytree. untuk naik ke Skytree kita perlu naik ke lt. 4 Gedung untuk membeli tiket, aksesnya menggunakan eskalator di samping gedung. Harga tiket untuk naik ke ketinggian 350 m yaitu 2.060 Yen sekitar 250 ribu rupiah, dan untuk naik ke level 450 m perlu membeli tiket lagi seharga 1.030 Yen sekitar 125.000 rupiah. memuaskan dengan segala keindahan view (disarakan datang pada malam hari) serta kecanggihan dan harga tiket yang ditawarkan. Sangat direkomendasikan, karena pengalaman yang didapat sangat mengesankan, worth it lah.
Tokyo Tower Menara Tokyo (東京タワー Tokyo Tower?) adalah sebuah menara di Taman Shiba, Tokyo, Jepang. Tinggi keseluruhan 332,6 m dan merupakan bangunan menara baja tertinggi di dunia yang tegak sendiri di permukaan tanah.[4] Berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan, menara ini dicat dengan warna oranye internasional dengan warna putih di beberapa tempat. Bangunan sekelilingnya lebih rendah, sehingga Menara Tokyo bisa dilihat dari berbagai lokasi di pusat kota.Kesan: dengan aksesnya yang mudah perlu dikunjungi, mungkin masih pada ingat kalau setiap nonton Ultraman jaman dahulu ikon Tokyo Tower selalu ada. pada saat kami mengunjungi Tokyo Tower hanya dapat foto di depannya dikarenakan sampai disana sudah sekitar pukul 21.30 sehingga telah tutup.Akses: dari Tokyo Skytree, cari station subway terdekat, Oshiage Station. Naik kereta subway Asakusa Line (A20) menuju ke Higashi Ginza (A11) kemudian change train ke Hibiya Line (kereta warna silver) dari H 09 ke H 05 ( Kamiyacho Station. sampai di Station berjalan sekitar 15 menit sampailah ke Tokyo Tower. Lampu yang indah cukup memanjakan mata d malam hari.
3 30-Apr-17
Day 3 Hakone Hakone(Bahasa Jepang:箱根町) adalah sebuah area pegunungan di daerah barat kota Tokyo.[1] Hakone adalah bagian dari Fuji-Hakone-Izu National Park, yang terletak kurang lebih 100 km dari Tokyo dan merupakan lokasi terdekat untuk melihat keindahan Gunung Fuji.Kesan: Pemandangan yang indah dan pengalaman naik gunung menggunakan kereta merupakan sesuatu yang langka. Namun, untuk ke Hakone akan banyak memakan waktu dan biaya sehingga kurang menjadi referensi perjalanan. Perjalanan yang ditempuh sangat jauh, menggunakan JR Line dari Shinjuku Station Menuju ke Odawara Station (Yokohama). Jarak tempuhnya sekitar 1,5 Jam menggunakan kereta. pun masih bertukar kereta dan bus lagi untk sampai ke kawasan Hakone, Tiket masuk ke Hakone dirasa cukup mahal sekitar 1.750 Yen. Saran: Lebih prefer untuk mengunjungi spot2 yang lebih menarik di sekitaran Tokyo seperti Ginza, Akihabara, Tsukiji Market jika belum seluruh area kota Tokyo di Explore. Namun, jika ingin menikmati suasana danau dan pegunungan dan juga view gunung Fuji, direkomendasikan kesini. disini juga bisa sekaligus ke gotemba dimana tempat makan tempura yang sangat terkenal.

Night Bus (Tokyo – Kyoto) Kami memilih menggunakan bus malam karena dalam benak kami akan menghemat biaya penginapan satu malam plus menghemat waktu karena besok paginya sudah berada di Kyoto. Namun, dalam kenyataannya tidak sesuai dengan harapan, karena perjalanan menggunakan bus dalam satu malam terasa lebih melelahkan. mungkin menggunakan transportasi JR Line lebih nyaman. Cost yang dikeluarkan untuk Night Bus ini seharga 8.000 Yen atau sekitar 900 ribuan rupiah.
4 1-May-17
Day 4 Kyoto Station Kami sampai disini sekitar pukul 07.30, Bangunan Megah Kyoto Station cukup membuat kita merasa takjub. Di seberang Kyoto Station adalah Kyoto Tower.Tips: di hampir seluruh Station di jepang kita akan mudah menjumpai, box penitipan barang, kami menggunakan box tersebut pada saat akan memulai Trip di Kyoto, ukurannya variatif dari yang paling ke kecil sampai yang paling besar dengan biaya sewa mulai dari 300 yen sampai 700 yen dalam sehari.Two day pass dapat dibeli di Station ini dengan menggunakan mesin tiket otomatis, kartu pass ini seharga 800 Yen untuk 2 hari, namun sangat dianjurkan karena memodahkan kita untuk berjalan2 di Kyoto. Transportasi di Kyoto sendiri lebih sering menggunakan Bus. Pass ini dapat digunakan untuk subway dan bus. sebagai catatan, subway di kyoto jalurnya sedikit dan tidak serumit subway di Tokyo.
Arashiyama, Daikakuji Temple, Bamboo Grooves Arashiyama Kesan: sangat disarankan untuk mengunjungi area ini karena suasana sungai di atas Togetsukyo Bridge yang menenangkan, pemandangan yang asri (musim semi), dan ada satu kuil daikakuji, ini menjadikan pengalaman pertama kami masuk ke dalam area kuil. Tiket masuk ke dalam kuil ini seharga 600 yen, disni jika beruntung dapat melihat para bhiksu shinto sedang beribadah. dan di area ini kita dapat menjumpai sebuah spot yang sangat terkenal yaitu Bamboo Grooves Arashiyama. bagus untuk sekedar berfoto di tengah hutan bambu yang rindang, namun pada saat kami disana jalanan sangat ramai sehingga tidak memungkinkan untuk berfoto dengan nyaman.
Ninna Ji Temple Kesan: terdiri dari dua temple dengan dua tiket masuk yang berbeda. Kuil yang masih terasa asri, lantai dari kayu serta halaman yang terdapat kerikil yang tersusun rapi menjadi daya tarik tersendiri.
Kinkakuji Temple, Kuil berlapis emas Kinkakuji (金閣寺 Kuil Paviliun Emas?) adalah nama umum untuk Rokuonji (鹿苑寺 Kuil Taman Rusa?) merupakan sebuah kuil di Kyoto, Jepang. Bangunan ini dibangun pada tahun 1397 sebagai vila peristirahatan bagi shogun Ashikaga Yoshimitsu. Anaknya kemudian mengubah bangunan tersebut menjadi kuil Zen dari sekolah Rinzai. Kuil tersebut kemudian terbakar beberapa kali dalam masa Perang Onin.Kesan: Sangat rekomendasi jika berkunjung ke Kyoto, tiket masuk seharga 350 Yen, kuil berlapis emas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. pepohonan yang rindang juga menjadi daya tarik tersendiri.
5 2-May-17
Day 5
Penginapan Yadoya Orange Inn Kyoto, Nishioji Nanjo
Fushimi Inari Taisha Kesan: Sangat rekomendasi, salah satu ikon kunjungan ke Kyoto, Transportasi menggunakan Bus. Disini terdapat sekitar 10.000 shrine atau gate sampai ke atas bukit. Perlu fisik prima hingga dapat mencapai spot di atas bukit, namun rasa lelah untuk mencapai spot ini akan terbayarkan dengan view kota Kyoto yang indah dilihat dari atas bukit.Shrine atau gate yang khas berwarna oranye menyimpan sebuah keunikan tersendiri sekaligus menjadi daya tarik bagi siapa saja yang datang untuk sekedar mengambil beberapa capture foto.
Kiyomezudera Temple Kiyomizu-dera (清水寺?), officially Otowa-san Kiyomizu-dera (音羽山清水寺?) merupakan kuil Budha kuno, yang dibangun pada tahun 798 dan sudah 10 kali mengalami kerusakan atau terbakar akibat perang atau bencana alam. Di belakang kuil utama terdapat kuil Jishu-jinja yang disebut dengan Dewa Perjodohan, dan di depan kuil terdapat 2 batu yang sering disebut “Batu Buta” dan “Batu Peramal Cinta”.kesan: pada saat kami kesini, sedang dilakukan perbaikan, sehingga kami memutuskan tidak masuk ke kuil, namun rasa menyesal timbul karena ini merupakan salah satu kuil tertua di Jepang.
GION
Gionmachi Kitagawa, Yasaka Shrine Kesan: Rekomendasi karena kuil ini dekat dengan Gion, sebuah distrik dimana kita dapat menemui geisha di jalanan.
Naritaya Yakiniku Halal Sangat rekomendasi untuk dikunjungi oleh muslim, karena disini satu-satunya saya selama di Jepang menemukan makanan yang berlalbel halal.
6 3-May-17
Day 6 Kyoto to Osaka Menggunakan kereta JR, perjalanan sekitar 30 menit. Dari Kyoto Station ke Osaka Station, melintasi setidaknya 3 stasiun besar.
Osaka Station to Umeda Di Station Umeda kita dapat membeli pass khusus wisatawan yang akan mengunjungi spot2 di Osaka. Two day pass ini termasuk, include tiket subway plus ada 16 destinasi wisata yang bisa dikunjungi dalam sehari. Pengalaman kami, dalam sehari karena tersbatas waktu harus dipilih yang menjadi prioritas. sekitar 9 tempat dapat kami datangi. harganya sekitar 2.500 Yen.
Perjalanan ke Penginapan (Check In) Pengalaman kami, susah mencari alamat di Jepang karena keterbatasan informasi dalam tulisan alfabet, dimana2 lebih banyak ketersediaan informasi baik nama jalan dalam tulisan kanji.Peginapan kami di Yadoya Guesthouse Osaka, Dormitori Room, satu room terdapat 9 orang, setiap bed ada tiga tingkatan.Begini penampakan dari penginapan dormitory di Osaka tempat saya menginap, klo kita duduk di ranjang bakal kepentok kepala, dijamin. hahahaIMG_1936
14.30 Shinsaibashi Street Di Shinsaibasi terdapat pemandangan yang jarang terlihat, karena disini terdapat satu street dimana terdapat kanan dan kiri toko-toko khas jepang dan ramainya orang yang berjalan seolah tidak ada hentinya.SANGAT REKOMENDASI UNTUK DIKUNJUNGI

Glico Man dan Dotonburi River Salah satu icon untuk sekedar berfoto dengan latar belakang Glico Man yang sangat terkenal. Disarankan ke sini pada saat malam hari karena lampu Glico Man akan tampak meriah.
Jajanan di sekitar Dotonburi River.
Go To Guesthouse Stop at Nippombashi Station (S17 or K17), and walk aproximately 15 minutes, use exit station number 8.
Take a Rest
7 4-May-17
Day 7
USE TWO DAY PASS Umeda Sky Building Umeda Sky Building (梅田スカイビル Umeda Sukai Biru) merupakan gedung tertinggi ke dua belas di Osaka, Jepang.Akses: naik kereta subway menuju Umeda Station (M16)Kesan: rekomendasi untuk dikunjungi karena bentuk gedungnya yang unik dan dari sini bisa melihat kota Osaka dari atas gedung tinggi dan terdapat tempat observatori yang khusus, atap terbuka.
HEP Five Ferris Wheel HEP Five, a shopping complex with specialty shops geared for young people, boasts Kita’s most recognizable symbol: a bright red Ferris wheel on its roof. From an air conditioned gondola at the top of the wheel 106 meters above the ground, you can get a splendid view of downtown, of Osaka harbor, and all the way out to Mount Ikoma. Adjacent to HEP Five is HEP Navio, a fashionable shopping complex that also features a Cineplex and restaurants.Kesan: cukup layak untuk dikunjungi karena aksesnya yang deka dengan Umeda Sky Building, dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
OSAKA Castle Osaka Castle, Istana Osaka (大阪城 Ōsaka-jō?) adalah istana yang terletak di dalam Taman Istana Osaka, distrik Chuo-ku, kota Osaka, Jepang. Istana Osaka berada di ujung paling sebelah utara daerah Uemachi, menempati lokasi tanah yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah sekelilingnya.Istana Osaka merupakan bangunan peninggalan budaya yang dilindungi oleh pemerintah Jepang. Menara utama Istana Osaka yang menjulang tinggi merupakan simbol kota Osaka.Kesan: Sangat sangat rekomendasi karena bangunan ini salah satu ikon Osaka dan bahkan mempunyai sejarah panjang dalam sejarah jepang.Mempersiapkan kaki dan stamina, karena selain jarak yang cukup jauh untuk mencapai bangunan utama, juga untuk sampai ke level atas bangunan/kastil/museum, hanya ada dua alternatif, by stairs or lift, namun lift harus bersedia mengantri lama, antrian lift sangat panjang hingga ke luar bangunan. namun jika menggunakan tangga tidak perlu mengantri cukup persiapkan saja stamina, karena bentuk tangga yang curam akan sangat menguras tenaga.

Tempozan Giant Ferris Wheel Tempozan Ferris Wheel is located in Osaka, Japan, at Tempozan Harbor Village, next to Osaka Aquarium Kaiyukan, one of the largest aquariums in the world. The wheel has a height of 112.5 metres (369 ft) and diameter of 100 metres (330 ft).Kesan: Sangat mengagumkan dan mendebarkan karena bianglala ini sangat tinggi, sangat rekomendasi untuk mencoba ini, namun harus siap mengantri untuk dapat naik.
Osaka Prefectural Government Sakishima Building Observatory Setelah melihat Osaka dari atap gedung pada siang hari (Umeda Sky Building), sekarang saatnya melihat gemerlapnya lampu malam Osaka di malam hari.
Shinsekai Banyak hal unik disini, tapi saran saya jika mengunjungi temapat ini pada malam hari. karena pemandangan sekitar yang menakjubkan, karena hampir seluruh kedai dan restaurant disini menggunakan huruf jepang dan menggunakan lampu-lampu yang memikat mata. Dan disini mesti mengunjungi suatu tempat makan yang sangat ramai dikunjungi, restaurant ini bertema Sumo dan porsi yang dihidangkan juga “sumo” alias jumbo. Disini juga Shinsekai Tower, namun pada saat kami kesini sudah tutup karena pada saat kami datang sudah sekitar pukul 22.00. Processed with VSCO with hb1 preset
Back To guesthouse and Take a rest
8 5-May-17
Day 8
Last Day and Shopping Day Hard Off, OSAKA Tempatnya cukup jauh, namun perlu dikunjungi karena disini dijual barang barang-barang dengan kondisi yang bagus. Bagi yang hobby komik atau action figure sangat pas. Ada juga barang-barang elektronik seperti kamera, gitar, notebook, ipad dan lain-lain.Akses: naik subway menuju Shinkanaoka Station (M29), kemudia exit, dan jalan lurus sekitar 150 m, terlihat toko Hard Off tersebut.Kesan: beberapa oleh-oleh seperti saouvenir saya beli disini karena selain murah juga banyak terdapat barang unik dan langka.
Berbelanja di Shinsaibashi Street

Banyak toko-toko yang terkenal di Shinsaibashi Street ini, ada Apple Store, Nike Store, Adidas Store, Zara, Uniqlo, H & M, surganya untuk yang suka berbelanja tergantung dari budget yang dipunyai.Apple Store disini jika kita adalah traveller atau pelancong akan mendapat duty free sebesar 5% dari harga barang. Cukup menggiurkan bukan.

Hahahaa

Menikmati Sushi di Shinsaibashi Street Belum lengkap rasanya jika travelling ke Jepang tidak menikmati Sushi, ya ada sebuah toko sushi di Shinsaibashi Street (arah lurus akan menuju Dotonburi). Disini juga menyediakan Sake bagi yang ingin mencoba, karena saya tidak bisa meminum minuman berlakohol sehingga saat itu saya tidak mecobanya.

Rasa sushi disini enak, dan jika kita ingin memesan sushi hanya tinggal memilih sesuai dengan yang ada pada layar monitor di masing-masing meja. Cukup canggih jika dibandingkan dengan di Indonesia yang masih memanggil pelayan restaurant jika ingin memesan dan terkadang sering tidak sesuai dengan pesanan pada saat pesanan datang. Satu hal, di Jepang jika memesan suatu makanan atau minuman maka akan sesuai dengan yang ada di gambar maupun miniatur.

End of Trip
9 6-May-17
Day 9
Menuju OSAKA KANSAI Intr Airport Menggunakan kereta private line dari Osaka Station, perjalanan yang ditempuh sekitar 45 sampai 60 menit.
Back To Kuala Lumpur
7 7-May-17
Day 10
Back To Palembang
Note:

Saat saya di Tokyo, saya tidak sempat ke Shinjuku Station dimana terdapat Hachiko Satue yang terkenal, serta Shibuya Crossing, perlintasan teramai di dunia. Hal ini karena saya menyusul romobongan trip yang telah datang sehari sebelumnya, yang pada saat itu mereka mengunjungi tempat tersebut. saran saya, pagi traveller untuk mengunjungi spot2 terkenal dan iconik tersebut. 3 hari di Tokyo terasa kurang, karena pada hari-hari pertama kita akan disibukkan dengan mempelajari peta transaportasi di Tokyo sehingga banyak spot yang terlewatkan.