Pergi ke Jepang dengan budget pas-pasan, namun wisata ke destinasi-destinasi menarik tak terlewatkan. Bisakah?

image1
Cherry Blossom at Hakone, Odawara, Yokohama

Sedikit sharing dari saya mengenai perjalanan saya datang ke Jepang untuk pertama kalinya mungkin dapat membantu bagi siapa saja yang akan traveling ke Jepang. Bagaimana saya datang ke Jepang, apa saja yang perlu dipersiapkan sebagai seorang Backpacker, dan yang terpenting berapa sih budget dan cost yang perlu dipersiapkan dari berangkat sampai dengan pulang ke tanah air Indonesia tercinta. Perjalanan ke Jepang ini adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri dan pengalaman pertama saya jatuh ke Jepang, sebuah negara yang sangat bangga dengan budaya dan bahasanya sendiri.

Saya sendiri berangkat tanggal 28 April 2017 dan pulang tanggal 6 Mei 2017 (tiba di Kuala Lumpur) esok harinya saya pulang ke Palembang pada tanggal 7 Mei 2017. Oh ya, saya berangkat dari Palembang (PLM) ke Kuala Lumpur (KLIA2) untuk transit dan kemudian naik penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur ke Haneda Airport (HND). Tiket saya tidak connecting loh, cukup berisiko memang, karena jika penerbangan dari Palembang delay atau tertunda dengan alasan apapun, tiket saya ke Haneda bisa juga hangus. sebagai gambaran, saya berangkat dari Palembang 08.30 WIB tiba di Kuala Lumpur International Airport 2 sekitar pukul 11.30 Waktu Malaysia, 2 (dua) jam perjalanan dalam pesawat ditambah +1 jam perbedaan waktu antara Kuala Lumpur dan Palembang. Sedangkan schedule pesawat dari Kuala Lumpur ke Haneda (Tokyo) pukul 14.35 Waktu Kuala Lumpur. Ada spare waktu 3 jam untuk menunggu penerbangan selanjutnya. Semua penerbangan saya menggunakan maskapai yang murah meriah, AA atau Air Asia.

DSCF0172
Cross Road Near Ueno Park

Ketika saya berkeinginan untuk traveling ke jepang, yang ada dalam pikiran saya adalah mencari group atau teman agar perjalanan kita akan jauh lebih menyenangkan tentunya jika sewaktu-waktu nyasar. Mulailah saya mencari teman yang punya waktu dan schedule sama untuk ke jepang. Berawal dari referensi teman kantor, saya mulai mengunjungi website http://backpackerindonesia.com/. Disana saya mencoba mencari schedule pada akhir April yang ke Jepang dan menemukan ada beberapa threat yang open trip bareng ke Jepang. Setelahnya saya coba contact threat ownernya, dan hasilnya saya diajak join ke group Whatsapp. Dari group WA tersebut, akhirnya fix ada 5 member yang akan trip ke Jepang pada akhir April. 3 (tiga) member berasal dari kota yang sama yaitu Jakarta, 1 (satu member dari Medan dan 1 (satu) member lagi, saya sendiri, dari Palembang. Keberangkatan kami dari Indonesia berbeda, keempat member (selain saya sendiri) berangkat pada tanggal 27 April 2017 dari Jakarta dan Medan kemudian bertemu di Kuala Lumpur. Sedangkan saya sendiri berangkat pada hari berikutnya,

Beberapa yang perlu dipersiapkan untuk traveling ke Jepang kurang lebih sebagai berikut:

  1. Tiket Pesawat Pulang Pergi (PP) dari Indonesia ke Jepang. Walaupun pergi dengan cost semurah mungkin, pilihan transportasi tetap dipilih menggunakan transportasi udara, yaitu pesawat terbang mempertimbangkan tingkat efektifitasnya. Jika ingin bepergian ke Jepang dengan harga murah, pergilah pada saat musim dingin (Desember, Januari, Februari) atau pada saat musim panas (Juni, Juli, Agustus). Namun siap-siap saja traveling anda akan sedikit membosankan karena di kedua musim tersebut, Jepang dalam kondisi sangat dingin dan sangat panas sehingga dirasa kurang nyaman untuk bepergian. Tentunya pada saat musim semi, di Jepang lagi rame-ramenya karena pada saat yang sama bunga sakura sedang mekar di wilayah Jepang. Mengenai prediksi mekarnya sakura dapat dilihat di website  https://www.jrailpass.com/blog/japan-cherry-blossom-forecast untuk memperhitungkan kapan sekiranya anda dapat bepergian. Penting untuk merencanakan jadwal berangkat dan pulang sehingga perjalanan anda akan lebih efektif dan efisien dalam segi waktu. Plus jika ingin mendapat tiket murah sebisa mungkin membeli tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan apalagi pergi pada saat musim semi, di Jepang juga sedang peak season, dimana banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia datang ke Jepang terkadang hanya untuk melihat mekarnya bunga sakura dan tentunya berkunjung ke destinasi-destinasi favorit di wilayah Jepang. Cherry Blossom menjadi daya tarik sendiri bagi negara lain untuk datang ke Jepang ditambah musim semi cuaca dan udara cenderung lebih sejuk dan bersahabat. Ada kabar gembira sih dari Air Asia untuk Traveller di Indonesia yang mau ke Jepang, mulai 24 Mei 2017 ada pesawat yang langsung (direct) dari Denpasar (DPS) ke Narita (NRT). Jadi tidak perlu transit lagi di Kuala Lumpur, sehingga dapat menghemat waktu bahkan mungkin juga dapat menghemat biaya tiket.

    IMG_1022
    Air Asia X from window terminal building KLIA2
  2. Passport, bisa menggunakan passport biasa ataupun e-passport. Jika telah mempunyai e-passport tidak perlu mengurus Visa namun tetap datang ke Japan Embassy (Kedutaan Jepang) untuk dilakukan pendaftaran passport tersebut. e-passport tidak dapat diurus atau dibuat di sembarang Kantor Imigrasi. Di Indonesia sendiri saat ini e-passport hanya dapat diurus melalui Kantor Imigrasi Jakarta, Batam dan Surabaya. Passport biasa sebenernya sudah cukup, karena pengurusan Visa Jepang sangat mudah.
  3. Visa, pengurusan Visa sering menjadi kendala bagi traveller untuk pergi ke negara-negara yang memberlakukan Visa jika memasuki negara tersebut. Negara-negara maju biasanya menerapkan Visa sebagai syarat warga negara asing datang ke negara tersebut, tidak terkecuali Jepang juga mensyaratkan Visa bagi warga negara lain yang datang ke Jepang. Masa berlaku Visa Jepang adalah 3 (tiga) bulan dengan maksimum tinggal selama 15 (lima belas) hari. Visa Jepang ada dua cara untuk mengurusnya yaitu pertama anda datang sendiri ke Kedutaan Jepang, syarat-syaratnya sebagai berikut:

    Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan visa

    1. Paspor.
    2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
    3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
    4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
    5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
    6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
    7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
    8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya* Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

    Perhatian:

    * Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 8 sebelum diserahkan di loket.
    * Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).

    • Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
    • Pemohon adalah karyawan BUMN.
    • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
    • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia – Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
    • Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
    • Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.
    * Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.
    * Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali.

    Lebih lengkap informasi ada pada website kedutaan jepang pada link http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html . Biaya pengurusan Visa sendiri ini sebesar Rp360.000,00. Cara yang kedua, pengurusan visa dapat menggunakan travel agent. Jika anda terhambat dengan kesibukan kerja, cara yang kedua dapat dipilih. Terlebih bagi anda yang domisilinya tidak di Jakarta atau Medan, dimana ada kantor kedutaan Jepang dan Perwakilannya. Pengurusan Visa menggunakan jasa travel agent akhirnya saya pilih mempertimbangkan hal-hal tersebut. Biaya pengurusan visa jika menggunakan jasa travel agent adalah sebesar Rp430.000,00. Tidak terpaut jauh dibanding harus mengurus sendiri, harus atri, dan 5 hari kerja setelahnya harus datang kembali untuk pengambilan passport+Visa. Travel agent yang saya gunakan dalam pengurusan Visa tersebut adalah Panorama World. Mengenai syarat-syarat pengajuan visa melalui travel agent sama seperti syarat mengajukan sendiri. Penting untuk Visa agar mudah disetujui adalah jika sudah bekerja melampirkan surat keterangan kerja (reference letter) dari Perusahaan yang ditulis dalam bahasa inggris yang ditujukan ke Japan Embassy serta saldo pada tabungan sebagai lampiran setidaknya saldo terakhir sebesar di atas 10 jutaan. Akomodasi selama di Jepang harus juga dilampirkan dalam pengurusan Visa seperti hotel atau penginapan selama di Jepang. Karena belum pasti apakah Visa kita di approve atau tidak demi enghindari sesuatu yang tidak diinginkan, maka  dapat memesan hotel, hostel atau penginapan menggunakan Booking.com. Pemesanan hotel atau penginapan melalui Booking.com mempunyai banyak keunggulan dan kemudahan, dimana kita dapat melakukan pemesanan hotel atau penginapan tanpa harus menggunakan Down Payment atau cost, hanya pesan dan dapat dibatalkan dengan bebas biaya sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. simpel dan fleksibel.

  4. Backpacker Bag, tidak wajib sih namun backpacker bag lebih simple dan mobile dengan kondisi di Jepang dimana seringkali dijumpai banyak anak tangga di stasiun kereta/subway.
  5. Pastinya Budget untuk di Jepang, pengalaman saya di Jepang selama 8 hari di Jepang ¥60.000 cukup untuk akomodasi (hotel dan transportasi), pass entrance di tempat wisata, pokoknya All In lah. kurs  ¥ 1 sama dengan Rp121 (kurs dapat berubah-ubah sewaktu-waktu). Tiket ke Jepang dari Palembang (PLM) ke Haneda (Tokyo) via Kuala Lumpur (KLIA2) dan Kansai (Osaka) ke Palembang via Kuala Lumpu jika ditotal sekitar Rp4.500.000,00. Tiket tersebut tidak termasuk bagasi, jadi harus cerdas dalam melakukan packing barang bawaan.

    IMG_1264
    Fresh and Clean, Hakone, Odawara, Yokohama-Shi